LESBIAN MILITAN MENYERANG PARA LELAKI KATOLIK

Berikut ini disadur dari “Blogging Gays Urge Murder of Christians,” Charisma News, 9 Des. 2013: “Terjadi pada tanggal 2 Des. 2013, di Buenos Aires, Argentina. LifeSiteNews.com melaporkan kisah ini dengan judul “Gerombolan Ganas Feminis Tak Berbaju yang Mendukung Aborsi Menyerang Orang-Orang yang Berdoa yang Mempertahankan Katedral.” Video dari serangan itu sungguh sangat mengguncang. …WND merangkum serangan itu sebagai berikut: ‘…suatu gerombolan feminis pro-aborsi – banyak di antara mereka tanpa baju dengan swastika Nazi di dada dan dahi mereka – menyerang dan melecehkan secara seksual sejumlah lelaki Roma Katolik yang sedang berdoa sambil berdiri di luar sebuah katedral di Argentina untuk melindungi tempat itu dari vandalisme.’ …Sungguh, sulit untuk menonton video itu tanpa merasakan dengan jelas roh jahat yang menguasai banyak dari kira-kira 17.000 penyerang lesbian, feminis, dan pro-aborsi itu. Ribuan kafir yang tak berbaju, penuh tato, berjingkrak-jingkrak mengelilingi boneka paus yang dibakar – dengan tujuan utama perayaan hak mereka untuk mengorbankan, hidup-hidup, anak mereka sendiri kepada dewi aborsi – sungguh mirip dengan para penyembah Baal kuno yang berjingkrak sekeliling api dan pembakaran anak-anak mereka hidup-hidup, sebagai korban bagi Molokh. …Sangat mengganggu juga adalah sejumlah komentar yang diposting tentang peristiwa itu dalma minimal satu blog aktivis gay yang memenangkan hadiah. …Joe Jervis, yang blognya memiliki sejarah panjang ekstrimisme anti-Kristen dan retorika penuh kekerasan, toh membiarkan beberapa pembacanya untuk memposting hal-hal untuk bukan hanya mendukung serangan feminis itu, tetapi juga menyerukan ditingkatkannya kekerasan melawan Kristen secara umum.”
(Diterjemahkan Dr. Steven Liauw, Berita Mingguan GITS 25 Januari 2014, sumber: http://www.wayoflife.org)

Posted in BERITA | Tagged , | Leave a comment

Seminar 31 Maret 2014: Setiap Orang yang Menyebut Nama Yesus Akan Masuk Sorga?

Brosur Seminar Soteriologi 2014 - medium


Seminar “Doktrin Keselamatan Alkitabiah“

APAKAH SETIAP ORANG YANG MENYEBUT NAMA YESUS AKAN MASUK SORGA?

Tema-tema yang akan dibahas:

Betulkah ada Tuhan? Kalau Tidak ada Tuhan atau ada Tuhan, Apa Urusannya dengan Saya? Apakah Manusia Boleh Memilih Masuk Surga atau Neraka? Apakah semua Tawaran Iman Akan Membawa Manusia ke Surga? Iman Bagaimanakah Yang Menyelamatkan? Apakah Semua Iman menyelamatkan? Benarkah Semua Agama Benar dan Pasti membawa ke Surga? Benarkah hanya ada SATU JALAN menuju SURGA? Bagaimana Cara Allah menghapus Dosa? Apa yang menjamin Anda yakin PASTI MASUK SURGA? Apakah Keselamatan Hanya Melalui Yesus, apakah perlu ditambah dengan Baptisan, Amal Dan Kerajinan Ibadah? Apa itu TULIP/Kalvinisme, Arminianisme, Masuk Surga karena Perbuatan Baik atau Iman, Kita selamat karena Dipilih Allah atau karena Bertobat dan Percaya kepada Tuhan Yesus?

Bayi Mati bagaimana nasibnya Masuk Surga atau Neraka? Apakah Semua Bayi yang mati, Termasuk Bayi Penjahat Akan Masuk Surga? Apakah Orang yang Sudah Mati Dapat Dimohonkan Keselamatannya? Orang Gila, Keterbelakangan Mental Matinya masuk Surga atau Neraka? Bagaimana dengan Nasib orang yang tidak pernah dengar Injil yang tinggal di Hutan atau daerah terpencil? Euthanasia atau Bunuh Diri apakah masuk Surga juga? Apa itu Dosa yang TAK TERAMPUNI? Bagaimana Nasib orang Kristen yang terus-menerus hidup di dalam DOSA?

Jika Iman Orang Berubah, Masihkah Ia Selamat? Dapatkah orang Kristen Murtad dan Terhilang alias Binasa? Sekali Selamat Tetap Selamat?  Iman Pemberian Tuhan atau Respon manusia? Di Surga manusia bisa berbuat Dosa? Masihkah ada Kehendak Bebas di Surga nanti? Keselamatan itu Bersyarat atau Tidak Bersyarat? Bisakah orang menolak Anugerah Keselamatan? Apa Bukti Seorang Telah LAHIR BARU? dan masih banyak lagi….

 

Ikuti Pembahasannya bersama Suhento Liauw, D.R.E., Th.D (Gembala Sidang GBIA GRAPHE, Rektor Graphe International Theological Seminary), pada:

SENIN, 31 MARET 2014 (Hari LIBUR NYEPI TANGGAL MERAH)

di Graphe International Theological Seminary

Jl. Danau Agung 2 no 5-7 Sunter Agung, Jak-Utara

Pkl. 09.00-15.00 WIB

Pembicara: Suhento Liauw, Th.D (Rektor STT GRAPHE)

Daftar segera ke Kontak untuk registrasi: Ketik SMS: [Seminar, Nama Anda] kirim ke HP: 0816 140 2354 atau 0897 972 8557 atau 021-96 828 362

Posted in KESELAMATAN, SEMINAR - ACARA | Tagged , , , , | 2 Comments

“Maria” Menjadi Titik Persatuan antara Kristen dan Islam

Sebuah laporan diterbitkan musim panas ini oleh Australian Broadcasting Network yang berjudul “Mengapa jutaan orang Muslim melihat penampakan Bunda Maria” (17 Juli 2013). Menurut laporan itu, “Maria telah menjadi salah satu simbol perdamaian yang paling kuat di Timur Tengah, melintasi batas agama, suku, dan bangsa.” Jutaan orang Muslim ditengarai telah melihat “penampakan” Maria di Mesir dan Syria. Pada tahun 1968 dan 2009, hampir dua juta orang mengklaim telah melihat gambar Maria di atas sebuah gereja di Kairo. Sejak tahun 1982, “Maria” dikatakan telah muncul di sebuah rumah di Damaskus. Disebut sebagai Bunda Kita dari Soufanieh, tempat itu tetap menjadi suatu tempat doa ekumenis untuk orang Kristen dan Muslim. Hal ini dimungkinkan karena roh penyesatan adalah cara mempersatukan orang Muslim dan Kristen KTP untuk menerima Antikristus dan nabinya. Penampakan-penampakan Maria selalu memberitakan injil palsu berupa Kristus plus perbuatan, sehingga dapat dipastikan berasal dari Iblis. “Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang” (2 Kor. 11:13-14). (Berita Mingguan GITS 14September 2013, sumber: http://www.wayoflife.orgdan christiannews.net)

Posted in MARIA-LOGI | Tagged | 2 Comments

Paus Fransiskus Tidak Mau “Menghakimi Homoseksual”

Dalam perjalanan pulang dari Brazil, dalam sebuah konferensi 80 menit, Paus Fransiskus memberitahu para wartawan bahwa dia tidak mau menghakimi kaum homoseksual, dan dalam konteks pembicaraannya terutama imam-imam Katolik yang homoseksual. “Jika seseorang itu gay dan dia mencari Tuhan dan memiliki maksud yang baik, siapakah saya untuk menghakimi?” (Paus Fransiskus, dikutip dalam http://christiannews.net/2013/07/29/pope-francis-on-homosexual-priests-who-am-i-to-judge/). Pernyataan Fransiskus ini bertentangan dengan posisi Paus sebelumnya, yaitu Benediktus. Benediktus mempertahankan posisi bahwa hubungan homoseksual adalah dosa.

Berita ini tentunya sangat menarik bagi orang percaya Alkitabiah, karena membuat jelas beberapa hal. Pertama, terlihat betapa konyolnya doktrin papal infallibility yang diusung Katolik. Katolik percaya bahwa Paus mereka tidak bisa salah ketika berbicara ex cathedra, atau dengan kata lain ketika sedang berbicara sebagai “Paus,” misalnya ketika merumuskan doktrin resmi Katolik. Tetapi apa yang terjadi ketika dua Paus berbeda pendapat? Hal seperti ini sering terjadi dalam sejarah kepausan, walaupun tidak banyak diekspos kepada publik. Kasus ini menjadi ilustrasi yang baik. Yang mana yang benar tentang homoseksualitas: Benediktus yang menganggapnya dosa, atau Fransiskus yang tidak mau menghakimi? Inilah permasalahannya jika kita menaruh dasar kebenaran pada manusia, yang terjadi adalah pergeseran, kompromi, dan kekacauan. Jauh lebih baik untuk menerima Alkitab, Firman Tuhan yang tidak berubah, sebagai standar kebenaran. “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran” (Yoh. 17:17) Continue reading

Posted in PAUS | Tagged | 2 Comments

Sekretaris Negara Kepausan: Kebujangan Bukanlah Dogma

Pietro Parolin, Sekretaris Negara baru di Vatikan, memberitahu sebuah koran bahwa praktek Katolik yang mengharuskan kebujangan (bagi para imam) adalah suatu tradisi, bukan dogma, sehingga bisa “didiskusikan” dan bisa menjadi subjek “modifikasi” (“New Secretary of State Parolin on Celibacy,” National Catholic Reporter, 11 Sept. 2013). Konsili Lateran Kedua pada tahun 1139 membuat aturan bahwa imam-imam dilarang menikah. Dalam sebuah wawancara tahun 2012, Paus Fransiskus (waktu itu masih berstatus Kardinal Jorge Bergoglio) mengatakan bahwa kebujangan “adalah masalah disiplin, bukan masalah iman; itu bisa berubah” (“Is Pope Francis Open to Optional Celibacy?”National Catholic Reporter, 19 Maret 2013). Dia menambahkan, “Untuk saat ini, saya mendukung mempertahankan kebujangan.” Gereja Katolik selama puluhan tahun telah memperlunak posisi mereka mengenai imam yang harus “membujang.” Mereka terlihat melunak, karena baru-baru ini mereka membiarkan non-imam untuk melakukan berbagai hal yang dulunya hanya boleh dilakukan oleh imam, dan mereka juga membiarkan imam-imam Anglikan yang menikah untuk berpaling menjadi Katolik dan tetap mempertahankan status imam mereka. “Kebujangan” Roma telah sejak dulu menjadi skandal. Banyak buku telah mendokumentasikan kebusukan moral yang menjadi bagian dari keimamatan Katolik. Dalam tahun-tahun belakangan, Gereja Katolik di Amerika telah membayar lebih dari satu milyar dolar untuk menyelesaikan berbagai tuntutan hukum karena imam-imam yang menyerang anak-anak secara seksual. (Berita Mingguan GITS 21September 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)

Posted in DOKTRIN | Tagged , , | 1 Comment

Paus Mengatakan Bahwa Atheis Yang Tulus Akan Masuk Sorga

Dalam sebuah surat terbuka kepada seorang editor koran, Paus Fransiskus mengatakan bahwa orang-orang atheis yang tulus akan diterima oleh Allah. Menulis kepada Eugenio Scalfari, pendiri dari koran La Republicca, sang paus mengatakan: “Kamu menanyai saya apakah Allah orang Krristen mengampuni mereka yang tidak percaya dan mereka yang tidak mencari iman. Saya akan mulai dengan mengatakan – dan inilah hal yang mendasarnya – bahwa kemurahan Allah tidak terbatas jika kamu pergi kepadaNya dengan hati yang tulus dan rendah hati. Isu bagi mereka yang tidak percaya Allah adalah agar mereka menaati hati nurani mereka” (“Pope to Atheists: See You Upstairs,”National Post, Kanada, 12 Sept. 2013). Pernyataan ini menjadi berita besar, tetapi sebenarnya semuanya yang dikatakan ini telah dikatakan juga oleh berbagai orang Injili selama puluhan tahun. Bahkan, ini adalah cara lain Roma Katolik dan Injili “bergabung.” Ini adalah aspek lain dari pembangunan “gereja” esa-sedunia akhir zaman. Buku More Than One Way, yang diterbitkan 1996 oleh Zondervan, menawarkan “empat pandangan tentang keselamatan di dunia yang pluralistik,” dan tiga pandangan dari antaranya menawarkan harapan bagi mereka yang tidak secara pribadi percaya kepada Yesus Kristus. Dalam bukunya, Love Wins, tahun 2011, “Injili” Rob Bell mengajarkan bahwa atheis bisa diselamatkan tanpa lahir kembali. Richard Mouw, Presiden dari Fuller Theological Seminary, memberitahu USA Today bahwa “Rob Bell punya Love Wins adalah buku yang bagus dan saya pada dasarnya setuju dengan theologinya” (“The Orthodoxy of Rob Bell,” Christian Post, 20 Maret 2011). Selama puluhan tahun Billy Graham terus mengatakan bahwa dimungkinkan bagi seseorang untuk selamat tanpa iman pribadi kepada Yesus Kristus, dan selama itu tidak ada seruan kaget dari pada Injili, termasuk dari denominasi Billy Graham itu sendiri, yaitu Southern Baptist Convention. Dalam sebuah wawancara dengan majalah McCall, Januari 1978, yang berjudul “I Can’t Play God Any More,” Graham mengatakan: “Saya pernah percaya bahwa orang-orang kafir di negara-negara jauh itu terhilang – sedang menuju neraka – jika Inijl Yesus Kristus tidak diberitakan kepada mereka. Saya tidak percaya itu lagi. …Saya percaya bahwa ada cara-cara lain untuk menyadari eksistensi Allah – melalui alam, misalnya – jadi banyak kesempatan lain, untuk mengatakan ‘ya’ kepada Allah.” Graham mengulangi sentimen ini dalam berbagai wawancara di tahun 1985, 1993, dan 1997. (Berita Mingguan GITS 21September 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)

Posted in KESELAMATAN | Tagged , , | Leave a comment

Kunjungan ke Biara

Berikut adalah kesaksian David Cloud saat ia mengunjungi sebuah biara Katolik. Sumber: http://www.wayoflife.org

Dalam sebuah perjalanan ke Kanada pada bulan November 1998, saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi sebuah biara tertutup. Seorang gembala sidang teman saya mengundang saya untuk bertemu dengan seorang sanak keluarganya yang telah menjadi biarawati Katolik selama 60 tahun. Saya sudah pernah mengunjungi kuil-kuil dan gereja-gereja Katolik di banyak belahan dunia, termasuk Vatikan, tetapi saya belum pernah berada di dalam sebuah biara. Biarawati ini yang kami kunjungi, sudah berusia 80 tahun dan dia menjalani sebagian besar hidupnya terkunci di sebuah biara yang gelap. Dia hanya bisa bercakap-cakap dengan kami dari balik jeruji besi. Bahkan ada jeruji yang melintang di kapel biara itu, memisahkan para biarawati dari publik. Para biarawati berdoa di kapel itu secara bergantian setiap jam. Continue reading

Posted in KESELAMATAN | Tagged , , , | 1 Comment