Associated Baptist Press baru-baru ini melaporkan penyebaran mistikisme Katolik di antara gereja-gereja Baptis (dan gereja-gereja lain) dalam dua laporan: “Contemplative Worship Fits Baptist Faith” dan “Silent Worship Not Just for Catholics” (17 Sept. 2012). Chad Kerr, seorang diaken di Broadway Baptist Church di Fort Worth, Texas, mengatakan bahwa praktek ini berakibat pada “pergeseran cara dia mengerti hubungannya dengan Allah” dibandingkan dengan cara dia dibesarkan di gereja-gereja Baptis di Georgia. Bukan lagi tentang membaca Alkitab dan merenungkan Kitab Suci dan berdoa dengan kata-kata. Ini adalah tentang mencari suatu “pengalaman” dengan Allah melalui sesuatu yang lebih dari Alkitab, melalui praktek-praktek mistik seperti meditasi hening, mantra-mantra, doa yang berulang-ulang, dan penggunaan imajinasi. Kerr menggambarkan doa kontemplatif sebagai “sekedar duduk dan mencoba untuk hening dan merasakan dan mendengarkan.” Michael Sciretti, pelayan formasi rohani di Freemason Street Baptist Church di Norfolk, Virginia, menyebut doa kontemplatif suatu “pengalaman yang langsung dengan Allah.” Dia berkata bahwa itu adalah “masuk ke ruang yang paling dalam untuk merasakan dan menemui Allah dalam hati kita sendiri.” Diana Butler Bass, penulis dari The End of Church and the Birth of a New Spiritual Awakening, mengatakan itu adalah “menciptakan ruang kudus di mana orang dapat benar-benar merasakan, menyentuh, dan mendengar Allah di tengah-tengah mereka.” Pertanyaan yang penting di sini adalah bagaimana kamu bisa tahu kamu sedang “merasakan, menyentuh, dan mendengar Allah,” ketika Alkitab begitu sering memperingatkan tentang roh-roh yang menipu dan kristus-kristus palsu? Dalam kenyataannya, ini adalah mistikisme buta yang menggeser seseorang dari fondasi Kitab Suci yang kokoh, dan ini adalah resep menuju penipuan rohani. Karena tidak didasarkan secara kokoh pada Kitab Suci, gerakan ini sangat efektif dalam menciptakan suatu “ekumenisme rakyat.” Richard Foster, salah satu orang paling berpengaruh dalam gerakan doa kontemplatif, mengatakan, “Saya melihat seorang rahib Katolik dari bukit-bukit Kentucky berdiri di samping seorang penginjil Baptis dari jalan-jalan raya Los Angeles, bersama-sama menaikkan persembahan pujian. Saya melihat suatu umat” (Streams of Living Water, 1998, hal. 274). (Berita Mingguan GITS 22 September 2012 diterjemahkan oleh Steven E. Liauw, Th.D, sumber: http://www.wayoflife.org)