Santa Ibu Teresa

Mendiang Ibu Teresa diumumkan sebagai seorang santa (orang kudus) Katolik pada hari Minggu, 4 September, oleh Paus Fransiskus. Posisi santo (atau santa untuk yang wanita) memerlukan dokumentasi dua mujizat yang dilakukan oleh pribadi yang telah meninggal. Yang pertama, pada tahun 1998, pada tahun kematiannya (Teresa), adalah kesembuah seorang wanita India dari tumor perut. Walaupun uskup mengumumkan bahwa mujizat ini dilakukan oleh biarawati yang sudah meninggal itu, suami dari wanita itu mengatakan bahwa dia percaya obat-obatanlah yang menyembuhkan istrinya. Kasus yang kedua, pada tahun2008, adalah kesembuhan yang ‘tak dapat dijelaskan’ seorang lelaki Brazil yang bangkit dari koma setelah istrinya berdoa kepada Teresa. Berdasarkan pengakuannya sendiri, Ibu Teresa menemukan hanya kegelapan dalam kehidupan dan praktek rohaninya. Ini didokumentasikan dalam buku yang mengejutkan, berjudul Mother Teresa: Come Be My Light, the Private Writings of the Saint of Calcutta(2007), yang mengandung pernyataan-pernyataan biarawati tersebut kepada para imam yang menerima pengakuan dosanya dan para imam kepalanya selama periode waktu lebih dari 65 tahun.

Dalam Maret 1953, dia menulis kepada imam penerima pengakuannya: “ADA KEGELAPAN YANG SEDEMIKIAN MENGERIKAN DI DALAM DIRIKU, seolah-olah semuanya mati. Kondisi ini sudah menetap kurang lebih sejak saya memulai ‘pekerjaan itu.’” Pada tahun 1979, dia menulis: “KEHENINGAN DAN KEHAMPAAN INI SEDEMIKIAN BESAR – sehingga saya memandang dan tidak melihat, memasang telinga tetapi tidak mendengar.” Pernyataan pribadi dia tentang kegelapan rohani yang dia temukan dalam doa kontemplatif berlanjut dalam nada yang sama sampai kematiannya, dan semua ini adalah peringatan yang sangat keras tentang bahaya mistikisme kontemplatif dalam Katolik yang saat ini sedang melanda kalangan Injili. Praktek kontemplatif, seperti Doa Yesus, doa nafas, doa visualisasi, doa centering, danlectio divina, sangatlah berbahaya. Hal-hal ini adalah alat untuk membawa para praktisi bersentuhan dengan roh-roh jahat. Banyak orang yang terlibat dalam hal-hal ini akhirnya menjadi percaya konsep-konsep kafir tentang Allah, misalnya pantheisme (Allah adalah segala sesuatu) dan panentheism (Allah ada dalam segala sesuatu). Para praktisi biasanya menjadi semakin ekumenis dan lintas iman dalam pemikiran. (Berita Mingguan GITS 10 September 2016, http://www.wayoflife.org)

This entry was posted in TOKOH and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s