Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan

Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan

Ukuran: 24,5 x 17
Isi: 2500 hal.

THE FULL LIFE STUDY BIBLE
Alkitab yang sangat istimewa ini, dilengkapi uraian yng mendalam, luas dan praktis.
Alkitab ini dilengkapi juga dengan uraian yang sangat praktis dan mendalam:
– Peta Sejarah Suci
– Konkordansi
– Artikel dari kitab Kejadian sampai Wahyu
Jutaan umat Allah merasakan berkat-Nya, jutaan jiwa menikmati berkat Sorga

Rp. 330.000,-

This entry was posted in ALKITAB, BERITA. Bookmark the permalink.

4 Responses to Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan

  1. emilly says:

    I love jesus forever,i will start my new life…..

  2. Sr. Maria Klara says:

    Mengapa Tradisi dan Kitab Suci dan bukan hanya Kitab Suci saja?

    Ada kalanya kita berhadapan
    dengan seseorang yang
    mengatakan, “Jika tidak ada dalam
    Kitab Suci, sekali-kali aku tidak
    percaya.” Perkataan tersebut
    mengandaikan bahwa semua
    perkataan dan perbuatan Yesus
    dicatat dalam Kitab Suci. Namun
    demikian, kita semua tahu bahwa
    Yesus tidak melimpahkan rahmat-
    Nya kepada kita dengan
    bergantung pada kemampuan
    membaca atau memiliki Kitab Suci.
    Yesus tidak memberikan perintah
    kepada Para Rasul-Nya untuk pergi
    dan menuliskan segala sesuatu
    yang telah dikatakan-Nya agar
    orang banyak dapat membacanya.
    Melainkan, Yesus mengatakan
    “Pergilah dan baptislah! Ajarlah
    mereka!” (Mat 28:19- 20) ;
    kebenaran-Nya haruslah
    diwartakan. Nyata sekali bahwa
    pada waktu itu, yaitu sebelum
    penemuan mesin cetak, yang
    dimaksud adalah dengan
    pengajaran / perkataan lisan.
    Memang benar bahwa beberapa
    dari para Rasul dan pengikut-
    pengikut mereka menuliskan
    banyak hal tentang hidup dan
    ajaran Kristus. Ajaran lisan para
    Rasul adalah benar-benar Sabda
    Allah, sama seperti tulisan-tulisan
    dalam Kitab Perjanjian Baru.
    Kenyataan ini dibuktikan dengan
    ayat-ayat Kitab Suci sebagai
    berikut:
    “Memang masih banyak tanda lain
    yang dibuat Yesus di depan mata
    murid-murid- Nya, yang tidak
    tercatat dalam kitab ini.” (Yoh
    20:30)
    “Masih banyak hal- hal lain lagi yang
    diperbuat oleh Yesus, tetapi
    jikalau semuanya itu harus
    dituliskan satu per satu, maka
    agaknya dunia ini tidak dapat
    memuat semua kitab yang harus
    ditulis itu.” (Yoh 21:25)
    “Sebab itu, berdirilah teguh dan
    berpeganglah pada ajaran-ajaran
    yang kamu terima dari kami, baik
    secara lisan, maupun secara
    tertulis.” (2 Tes 2:15 )
    Dan dalam Lukas 10:16 Yesus
    bersabda, “Barangsiapa
    mendengarkan kamu, ia
    mendengarkan Aku.”
    “Sungguhpun banyak yang harus
    kutulis kepadamu, aku tidak mau
    melakukannya dengan kertas dan
    tinta, tetapi aku berharap datang
    sendiri kepadamu dan berbicara
    berhadapan muka dengan kamu,
    supaya sempurnalah sukacita
    kita.” (2Yoh 1:12 )
    “Banyak hal yang harus kutuliskan
    kepadamu, tetapi aku tidak mau
    menulis kepadamu dengan tinta
    dan pena. Aku harap segera
    berjumpa dengan engkau dan
    berbicara berhadapan
    muka.” (3Yoh 13-14)
    Dua pernyataan terakhir dapat
    lebih mudah dipahami jika kita
    menyadari bahwa cara komunikasi
    terbaik antar para anggota
    keluarga adalah dengan saling
    berbicara satu dengan yang
    lainnya, bukan dengan saling
    menuliskan pesan. Dengan
    Perjanjian Baru, kita dijadikan
    anggota keluarga Allah. Hal-hal
    pokok yang diperlukan untuk
    memperoleh belas kasih Tuhan
    tercantum dalam Kitab Suci, tetapi
    itu tidak berarti bahwa Tuhan –
    dalam limpahan kasih-Nya – tidak
    menyediakan jauh lebih berlimpah
    bagi mereka yang melaksanakan
    Sabda-Nya. Tidak juga berarti
    bahwa kita semua dapat membaca
    Kitab Suci serta dengan sendirinya
    memahami sabda yang tertulis di
    dalamnya, seperti yang dengan
    jelas diceritakan dalam Kis 8:30- 31
    tentang sida-sida Etiopia. Ingatlah
    bahwa 2 Timotius 3:16 mengatakan
    bahwa segala tulisan yang
    diilhamkan Allah memang
    bermanfaat; tetapi dalam kitab
    tidak disebutkan atau bahkan
    disinggung bahwa segala tulisan itu
    adalah satu-satunya sumber.
    Maksudnya ialah:
    Kitab Suci, yakni Sabda Allah,
    bukanlah satu-satunya sumber
    informasi. Kitab Suci berisi catatan
    tentang peristiwa-peristiwa
    penting yang dapat dipercaya dan
    terbentuknya Wewenang Mengajar
    Gereja. Hanya mengandalkan Kitab
    Suci sebagai satu-satunya
    wewenang, sama dengan hendak
    mengatakan bahwa perkataan
    Yesus tidak patut dipercaya,
    karena bukankah Yesus sendiri
    mengatakan bahwa Ia akan
    menyertai Gereja- Nya senantiasa
    sampai kepada akhir zaman (Mat
    28:20).
    Kitab Suci bukanlah buku
    pelajaran agama atau dokumen
    teologi di mana seseorang dapat
    dengan cepat dan mudah
    menemukan jawab atas suatu
    pertanyaan. Kebenaran ada dalam
    Kitab Suci, tetapi kita harus tahu
    bagaimana mendapatkan
    kebenaran tersebut, sebab dalam
    banyak hal, tulisan-tulisan
    tersebut tidak disampaikan secara
    terus terang serta mudah
    dimengerti oleh umat Kristiani
    abad ke-20. Hal itu dikarenakan
    para penulis kudus amat
    bergantung pada tradisi,
    kebiasaan, serta keyakinan bangsa
    Yahudi abad pertama (bahkan
    sebelumnya) yang dianggap tidak
    perlu dicatat dalam Kitab Suci.
    Sebab itu, penting bagi kita untuk
    mengetahui sejarah, dan kemudian
    mempelajari, bagaimana tulisan-
    tulisan (yang kini menjadi bagian
    dari Kitab Suci) tersebut dipahami
    serta diajarkan kepada mereka,
    yaitu kepada siapa tulisan-tulisan
    itu ditujukan.
    “Jika tidak ada dalam Kitab Suci,
    sekali-kali aku tidak percaya,”
    hanya mungkin masuk akal bagi ia
    yang mengatakannya, tetapi
    pernyataan itu sendiri adalah
    pernyataan yang bertentangan
    dengan Kitab Suci, karena tidak
    dijumpai dalam ayat manapun
    dalam Kitab Suci pernyataan yang
    menyatakan bahwa Kitab Suci
    adalah satu-satunya wewenang
    mengajar. Jadi, ia yang membuat
    pernyataan tersebut percaya akan
    sesuatu yang tidak ada dalam
    Kitab Suci. Sesungguhnya, Kitab
    Suci menyatakan bahwa Gerejalah
    tiang penopang dan dasar
    kebenaran (1 Tim 3:15 ).

  3. jenny says:

    Sy mau pesan bagaimana cara nya? Tq

  4. Sylvia R Loman says:

    Ini buku penuntun alkitab katolik ya? Jd mengupas jg Deuterokanonika?
    Jika ya bgm cara pesannya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s