MARIA KATOLIK BERADA DI ATAS SALIB DAN DI ATAS TAKHTA ALLAH

Tidak ada yang memperlihatkan kesesatan Roma Katolik lebih jelas daripada doktrin mereka tentang Maria. Menurut Roma, Maria dikandung tanpa dosa (immaculate), ikut serta dalam penderitaan Kristus bagi umat manusia, diangkat naik secara jasmani ke Surga, dimahkotai sebagai Ratu alam semesta, dan saat ini sedang berdoa bagi orang-orang berdosa. Dalam sebuah khotbah radio yang menutup acara Jubilee of Redemption, tanggal 28 April 1935, Paus Pius XI memberikan Maria gelar Co-redemptrix (sesama penyelamat). Setidaknya lima kali Paus Paul II menyebut Maria dengan gelar ini dalam pernyataan-pernyataan kepausannya. Dalam pidato publiknya tanggal 9 April 1997, ia mengatakan bahwa Maria “berkolaborasi dalam mendapatkan kasih karunia keselamatan bagi seluruh umat manusia” (Vatican Information Service). Paus ini mendedikasikan dirinya sendiri dan seluruh dunia kepada Maria. Buku The Glories of Mary yang cukup berpengaruh oleh Alphonsus Mary de Liguori, seorang “santa” Katolik, menyebut Maria sebagai Hidup kita, Pertolongan kita, Pembela kita, Penjaga kita, Pengantara kita, Keselamatan kita, dan Harapan orang-orang berdosa. Pasal 5 mengatakan, “doa-doa Maria diperlukan untuk keselamatan kita.” Buku ini diuji 20 kali berdasarkan perintah Paus Urban VIII dan Paus Benedict XIV dan dikatakan tidak mengandung “satu pun kata yang patut dicela.” Buku tersebut dinyatakan tanpa salah oleh Paus Puis VII dan Paus Leo XII. Paus John Paul II mengakui pengaruh dari Liguori dalam perasaan dia, yang sama dengan penyembahan berhala, terhadap Maria. Buku Liguori masih terus dipublikasikan hingga hari ini dengan rekomendasi dan dukungan dari berbagai otoritas Katolik. Di dalam basilika Santa Maria Maggiore di Roma, Maria duduk di sebelah kanan Yesus di takhtaNya dan dimahkotai oleh Yesus sebagai Ratu surga. Di luar basilika tersebut, Maria tergantung di atas salib bersama dengan Yesus. Maria juga tergantung di atas salib di Gereja Bunda Allah para Martir Polandia di Warsaw. Dalam gereja Santo Stanislaus Kostka di Chicago, Maria duduk di tempat Allah di atas Tabut Perjanjian.

This entry was posted in MARIA-LOGI. Bookmark the permalink.

2 Responses to MARIA KATOLIK BERADA DI ATAS SALIB DAN DI ATAS TAKHTA ALLAH

  1. johanes says:

    saudara 2 kaum protestan fundamentalis sungguh tidak mengerti tentang Maria dan kedudukannya, dari tulisan di atas yang terkesan loncat sana loncat sini saja sudah menggambarkan ketidakmengertian sdr ku. saya kasih info berikut ini (silahkan dibuka dan dibaca dengan segala kerendahan hati untuk memahaminya). Memang sulit, tapi semoga Roh Kudus Nya turun membantu saudara saudara semuanya. Silahkan baca bahasan tentang Bunda Maria sebagai Co-Redemptrix dan pahami maksudnya di http://katolisitas.org/2009/09/21/bunda-maria-co-redemptrix/

  2. Betapapun ketidaksetujuan umat Protestan tetap tidak terbantahkan bahwa penghormatan terhadap Maria sudah ada sejak dahulu kala. Lebih dari penghormatan, dalam perayaan Ekaristi di Gereja Koptik (yang didirikan St. Markus, pengarang Injil), juga ditemukan teks pujian kepada Bunda Maria.
    Martin Luther yang berkoar2 di tahun 1600an juga masih sangat menghormati Bunda Maria. Sikap antipati demikian bisa muncul karena membaca Alkitab tidak disertai konteks yang jelas. Sikap antipati terhadap Mariologi juga sifatnya gradual dan berbeda-beda di tiap denominasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s