Imam Anglikan Mendedikasikan Tempat Pembuatan Bir

Seorang imam Anglikan baru-baru ini “memberkati” sebuah tempat pembuatan bir baru di Edmonton, Alberta, Canada. “Reverend” Neil Gordon, Dekan dari Katedral All Saints, memberkati baik itu bangunannya maupun peralatan-peralatannya (“Edmonton’s Newest Brewery Opens with a Blessing,” Edmonton Journal, 20 Mei 2010). Juru pembuat bir, Scott Harris, mengatakan bahwa tradisi pemberkatan bagi tempat-tempat pembuatan bir adalah tradisi yang sudah sangat kuno. Bahkan, ini berasal dari Gereja Roma Katolik, dan para Protestan mempertahankan kecintaan mereka minum-minum ketika mereka “meninggalkan” Roma. Gereja Roma Katolik begitu cinta akan minuman keras, ia harus mendirikan pusat-pusat rehabilitasi untuk “mengeringkan” imam-imam yang kecanduan alkohol. Saya ingat sebuah misa Katolik yang saya saksikan pada tahun 1987 di New Orleans sementara menghadiri sebuah konferensi ekumene sebagai insan pers. Para imam minum anggur berkendi-kendi. Sangatlah mengajar bagi kita bahwa gambaran Gereja Pelacur di Wahyu 17:1-6 menyinggung masalah minum-minum sampai empat kali. Setelah melakukan riset yang mendalam tentang Emerging Church pada tahun 2008, saya terkesan dengan fakta bahwa mereka juga cinta minuman keras. “Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya” (Amsal 20:1).

This entry was posted in ANGLIKAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s