PAUS MENGHORMATI MARIA YANG SESAT DI LOURDES

Bulan ini, Paus Benediktus XVI mengunjungi Lourdes untuk merayakan peringatan 150 tahun `penampakan’ Maria kepada seorang perempuan 14 tahun bernama Bernadette. Ia mengingatkan orang ramai bahwa Maria menampakkan dirinya sebagai Immaculate Conception (doktrin Katolik bahwa Maria lahir tanpa dosa), dan mengklaim lahir tanpa dosa. Hal ini membuktikan bahwa “Maria” yang menampakkan diri di Lourdes adalah roh yang menipu, karena Maria yang sebenarnya dalam Alkitab mengakui bahwa dia adalah seorang berdosa yang memerlukan Juruselamat (Luk. 1:47). Paus mengatakan bahwa orang-orang berbondong-bondong ke Lourdes karena mereka “dapat mempercayakan kepada Maria pikiran mereka yang paling intim” (“Pope Celebrates Mass, Tells Lourdes Pilgrims Mary Leads to Christ,” Catholic News Service, 14 Sept. 2008). Ini adalah pernyataan yang menghujat, karena hanya ada satu yang mengetahui pikiran manusia yang paling dalam, yaitu Allah yang mahakuasa (1 Raj. 8:39). Sementara berada di Lourdes, Paus melakukan penghujatan lain dengan cara “berlutut dan berdoa dalam pujaan sunyi di hadapan Sakramen Kudus.” Hal ini didasarkan pada doktrin yang keji bahwa wafer misa berubah menjadi Yesus Kristus dan dapat disembah sebagai Allah. Konsili Vatikan Kedua menyatakan, “Orang beriman maka harusnya berusaha untuk menyembah Kristus Tuhan kita dalam Sakramen Kudus” (“The Constitution on the Sacred Liturgy,” Instruction on the Worship of the Eucharistic Mystery, Pasal 3, I B, hal. 132).

This entry was posted in PAUS. Bookmark the permalink.

25 Responses to PAUS MENGHORMATI MARIA YANG SESAT DI LOURDES

  1. johanes says:

    Mengenai Maria dikandung tanpa noda dosa, lihat uraiannya secara jelas di sini:
    http://katolisitas.org/2008/06/21/maria-dikandung-tanpa-noda-apa-maksudnya/

    Mengenai Sakramen Maha Kudus (Ekaristi):
    http://katolisitas.org/2009/04/27/sejarah-yang-mendasari-pengajaran-tentang-ekaristi/

    Mengerti lebih baik dari pada menghakimi tanpa ketidakmengertian(johanes)

  2. cuy says:

    anda menghujat katolik dengan berdasarkan pada text anti-katolik. Anda yakin mendapat informasi yang betul dan tidak berat sebelah? Sudah banyak bukti mujizat di Lourdes, apa anda mengatakan bahwa mujizat yang akhirnya memuliakan Tuhan itu tidak berasal dari Tuhan?

  3. jadul says:

    Payah semua ga berkualitas! Satan forever 666!!

  4. Bambang says:

    @Bung Dede: Jika seandainya iblis yg menjadikan mujizat pasti dia tidak akan mengatakan bahwa mujizat yang dibuatnya karena TUHAN ALLAH tetapi karena dia sendiri. Apakah Maria pernah mengatakan SEMBAHLAH AKU SAJA????
    Teliti sebelum menulis..
    GBU

    • sonexco says:

      iblis tidak seperti yang anda bayangkan…. dan cara dia “menipu” tidak akan terbayangkan oleh kita…… berhati hatilah dan berjagalah……

      semoga Roh Kudus memampukan untuk mengerti….

  5. Yayuk says:

    jangan asal ngomong kalau tidak ada buktinya?.. di Alkitab Yesus mengatakan: ikutlah Aku untuk menjadi penjala manusia dan tinggalkan semua harta dan keluargamu.. gimana pendetanya kristen apakah mengikuti ajakan Yesus?.. kayaknya ngga deh malah menikah dan kaya lagi terus Yesus pernah bersabda: bahwa pernikahan tidak bisa diceraikan tapi diagama kristen ada juga tuh yang bisa cerai… terus satu lagi anda punya Ibukan?.. jika seandainya anda seorang presiden dan saya minta sesuatu tapi saya menghujat atau menghina ibu anda dan ada orang lain yang meminta sesuatu melalui perantaraan ibu anda manakah yang anda kabulkan permintaannya?.. saya atau orang itu?..

    • sonexco says:

      “Hukum tidak mengenal kerabat”… dan karena kasih juga merupakan hukum maka…. seharusnya kasih juga tidak mengenal kerabat…. ” kasihilah sesama manusia seperti dirimu sendiri….” kalo kita bisa memandang orang lain dengan benar maka kasihmu itu sempurna….

      semoga Roh Kudus memampukan untuk mengerti….

  6. Anonymous says:

    pak dede wijaja yg terhormat….. bertobatlah anda.. jika anda yg berdosa gue cuekin, tapi jika anda membawa banyak orang sesat karena ajaranmu… saya tantang anda,jika anda hamba Tuhan.. juallah hartamu dan bagikan pada org miskin… kalau kamu sudah melakukannya.. aku akan percaya sama ajaranmu…

  7. Derp Herpinson says:

    buat semua orang Katolik di sini, bukanlah di ALKITAB sendiri dilarang untuk menyembah PATUNG dalam BENTUK APAPUN? Jadi, SIAPA kah Maria itu? Menciumi, menyembah, bahkan mensakralkan kaki Maria, ckckckckckck siapakah Maria? Tuhankah Maria? Tritunggal kah Maria? Apakah Maria masuk kedalam group Allah Bapa, Putra (Yesus) dan Roh Kudus?

    Maria hanya seorang manusia, mengapa kalian harus menyembah manusia? Saya tidak melihat Yesus Kristus disanjung dan disembah sedemikian rupa oleh orang Katolik, hanya dalam bentuk patung saja, tapi tetap kaki Maria yang “diagung2kan”. Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata ada sejarah dimana Jesuit “berperan” dalam “penyesatan” gereja2 Tuhan. Jesuit terbagi dalam 2 bagian, yang baik dan jahat pastinya.

    Jesuit baik mungkin pada saat itu terkalahkan oleh “kelihaian” Jesuit2 jahat yang kita kenal sekarang sebagai “Illuminati”. Kalian tahu apa itu Illuminati? Bila sudah tahu, maka anda akan sedikit mengerti akan “perilaku” mereka.

    • Anonymous says:

      Emang loe tahu Iliuminati ? kenapa repot urusin keyakinan orang lain ? sebaiknya urusin keyakinan masing2,…berburuk sangka apa itu baik ? kalau ingin paham secara utuh Katolik jadilah Katolik jangan main diluar pagar, lalu berteriak2, berasumsi,berprasangka bahwa rumah tangga orang bermasalah.

  8. Raphaella says:

    Mungkinkah RAJA sebesar YESUS tidak menghormati Ibunya? Kalau tidak, mengapa kita tidak meneladani DIA? Maria tidak pernah mengaku bahwa dirinya tuhan, Maria adalah bulan yang memantulkan cahaya Matahari, di tidak berdiri sendiri. Banyak mujizat yg terjadi melalui perantaraan dirinya dengan kata-kata seperti ‘Yesus, mereka kehabisan anggur’, tidak ada unsur perintah didalamnya, tetapi ada unsur Keyakinan, unsur Iman yang besar didalam kata-kata itu. Untuk seorang gadis yang mengandung diusia ABG Maria sudah disiapkan, dibersihkan dari awal, dan ALLAH BAPA tetap minta persetujuan dia dalam proses Inkarnasi kedatangan Juru Selamat Dunia.

  9. steven sesat says:

    pak derp…. belajar dulu ttg Maria baru ngomong… jangan asal fitnah aja ataukah kelompok pak derp ini yg di katakan wahyu, pada akir saman akan muncul antikris,yg mengatakan dialah yg benar… gereja Katolik tidak mungkin antikris, karena gereja katolik adalah gereja yg didirikan Yesus sendiri 2000thn yg lalu. gereja yg baru didirikan dan mengatakan dialah yg benar ajarannya…adalah antikris…renungilah sendiri.

    • alfan says:

      Sy org katolik,just info Katolik hanya mengenal Allah yang trinitas yaitu Bapa,Putera,&Roh Kudus.Bunda Maria dlm gereja katolik bukan Tuhan,namun kita sangat menghormati dan meneladani Bunda Maria,karena siapa yg bisa memungkiri betapa besar iman Maria terhadap Allah dan betapa besar peran Maria dlm kehidupan Yesus,bayangkan sebagai org tua bila kita harus melihat anak kita menderita disiksa smp mati apakah. kita sanggup,namun Maria tetap setia mendampingi Yesus.Pesan Yesus sendiri kepada MuridNya Rasul Yohanes untuk menerima Maria sebagai Ibunya dan Yohanes menerima Bunda Maria dirmhnya.Yohanes sebagai murid Yesua menerima Maria sebagia ibu dirmhnya,maka kita org katolik sebagai murid Yesus menerima Bunda Maria sebagai Ibu di gereja Katolik bukan setara dgn Allah namun sebagai teladan yg dihormati.

      Semoga pandangan pak Dede bisa lebih terbuka.Tuhan berkati

  10. back to chatolic says:

    Apakah umat Katolik yang berdoa di depan patung menyembah berhala?

    PEMBAHASANDasar Kitab Suci
    Dasar Tradisi Suci
    Dasar Magisterium
    Diskusi lebih lanjut
    Pandangan Martin Luther tentang penggunaan patung/ lukisan

    Walaupun adakalanya umat Katolik berdoa di depan patung, umat Katolik tidak menyembah berhala. Jika umat Katolik menunjukkan sikap hormat di depan patung Tuhan Yesus, Bunda Maria ataupun para orang kudus lainnya, itu adalah karena umat Katolik menghormati pribadi yang digambarkan oleh patung tersebut. Penghormatan ini disebut dulia relatif, seperti yang sudah pernah diuraikan di link ini: http://katolisitas.org/6656/apa-itu-devosi-kepada-bunda-maria Contoh penghormatan ‘Dulia relatif‘ yaitu pada saat Musa diperintahkan oleh Tuhan untuk membuat patung ular dari tembaga yang dipasang di sebuah tiang, agar barang siapa yang memandang patung itu akan tetap hidup walaupun telah dipagut ular (Bil 21:8-9). Ular tembaga yang ditinggikan di tiang ini menjadi gambaran akan Yesus Kristus yang juga akan ditinggikan di kayu salib (lihat Yoh 3:14). Tentu saat itu, orang Israel tidak menyembah berhala, sebab Allah-lah yang menyuruh mereka menghormati dengan ‘memandang ke atas’ ular tembaga yang dibuat oleh Musa itu. Penghormatan dulia- relatif lainnya yang dicatat dalam Kitab Suci, adalah ketika Tuhan menyuruh Musa untuk membuat tabut perjanjian, dengan membuat patung malaikat (kerub) untuk diletakkan di atas tutupnya (lih. Kel 37). Di dalam tabut diletakkan roti manna (Kel 25:30), tongkat Harun (Bil 17:10) dan kedua loh batu sepuluh perintah Allah (Kel 25:16). Tabut perjanjian ini kemudian menyertai bangsa Israel sampai ke tanah terjanji yang dipimpin oleh nabi Yosua. Kitab Yosua mencatat bahwa Yosua bersama- sama para tua- tua sujud ke tanah menghormati tabut Tuhan: “Yosuapun mengoyakkan jubahnya dan sujudlah ia dengan mukanya sampai ke tanah di depan tabut TUHAN hingga petang, bersama dengan para tua-tua orang Israel….” (Yos 7:6). Tentu tabut itu bukan Tuhan, dan tentu yang dihormati bukan apa yang nampak, yaitu kotak dengan patung malaikat (kerub) di atasnya, tetapi adalah Allah yang dilambangkan-Nya. Yosua dan para tua- tua Yahudi pada saat itu tidak menyembah berhala, Allah tidak menghukum mereka karena sujud di depan tabut itu. Sebaliknya Allah menerima ungkapan tobat mereka, dan menyatakan kehendak-Nya atas apa yang harus mereka perbuat terhadap Akhan, yang melanggar perintah-Nya.

    Dengan demikian, larangan pembuatan patung dalam Perjanjian Lama (lih. Kel 20:4) berada dalam kesatuan dengan ayat sebelumnya (ayat 3) dan sesudahnya (ayat 5), yaitu bahwa Allah melarang umat-Nya membuat patung yang menyerupai apapun untuk disembah sebagai allah lain di hadapan-Nya. Namun jika tidak disembah, gambaran yang menyerupai sesuatu tidak dilarang Tuhan. Allah sendiri menyuruh membuat patung kerub/ malaikat untuk ditempatkan di tempat kudus-Nya (lih. Kel 25:1,18-20; 1Taw 28:18-19; 1Raj 6:23-35). Di Perjanjian Lama, Allah memang melarang umat-Nya menggambarkan Diri-Nya ke dalam bentuk patung, karena Ia sendiri belum menggambarkan Diri-Nya. Namun kemudian Allah sendiri memperbaharui ajaran ini, dengan menggambarkan Diri-Nya di dalam Kristus (lih. Kol 1:15); dengan demikian, manusia memperoleh gambaran akan Tuhan. Oleh karena itu penggambaran akan Kristus dalam bentuk patung, lukisan atau bahkan gambar dalam film kartun tidaklah melanggar perintah Allah, karena Allah telah terlebih dahulu menggambarkan Diri-Nya di dalam Kristus. Gambar/ patung itu tidak disembah, namun hanya dimaksudkan sebagai alat bantu untuk mengarahkan hati dan pikiran kepada Tuhan.

    Maka sikap hormat di hadapan patung/ gambar Tuhan Yesus, Bunda Maria atau para kudus lainnya bukan merupakan penyembahan berhala, sebab yang dihormati bukan patung itu sendiri melainkan pribadi yang dilambangkannya. Sejak abad awal gereja jemaat purba (katakomba) telah dihiasi oleh gambar- gambar rohani (Christian art), yang terlihat dari dinding- dinding gereja bawah tanah tersebut, yang antara lain ditemukan di abad ke-16 (31 Mei 1578, katakomba di Via Salaria). Adanya gambar Kristus Gembala yang baik, atau Kristus yang duduk di antara para orang kudus dan simbol- simbol serta ornamen lainnya (seperti daun palma, domba, salib, ikan, dst) juga nampak pada kubur batu (sarcophagi) umat Kristen. Kubur yang terkenal milik Julius Bassus (45-101), sudah dihiasi gambar- gambar peristiwa dalam Perjanjian Baru. Patung St. Hippolytus dan St. Petrus sudah dibuat di awal abad ke-3. Maka pandangan bahwa jemaat purba menolak semua gambar atau patung adalah pandangan yang keliru. Setelah jaman Kaisar Konstantin (306-307) memang terdapat perkembangan pesat dalam hal seni Kristiani, namun tidak ada perubahan prinsip di sini. Ornamen- ornamen di basilika merupakan perkembangan dari ornamen- ornamen di dinding katakomba; patung- patung di basilika dibuat lebih besar dan lebih indah daripada patung- patung di kubur batu/ sarcophagi.

    Dasar Kitab Suci
    •Bil 21:8-9; Yoh 3:14: Dulia relatif: Allah memerintahkan Musa untuk membuat patung ular tembaga di sebuah tiang, yang menjadi gambaran Yesus yang ditinggikan di kayu salib
    •Kel 20 3-5: Larangan membuat patung untuk disembah sebagai allah lain
    •Kel 25:1,18-20; 1Taw 28:18-19; 1Raj 6:23-35, 7:23-26: Allah memerintahkan pembuatan patung kerub yang diletakkan di atas tabut perjanjian.
    •Yos 7:6: Yosua sujud sampai ke tanah di hadapan tabut perjanjian.
    •Yeh 41:17-18: ukiran gambar- gambar kerub/ malaikat dan pohon- pohon korma di ruang Bait Suci.

    Dasar Tradisi Suci
    •Tertullian (160-220): “Adalah cukup bahwa Tuhan yang sama, sebagaimana dengan hukum melarang pembuatan patung yang menyerupai apapun, juga dengan perintah yang khusus, seperti dalam kasus ular tembaga [jaman Nabi Musa], memerintahkan untuk membuat patung [yang menyerupai ular].” (Tertullian, On Idolatry, chapt. 5)
    •St. Basilius Agung (330-379): “Penghormatan yang kita berikan kepada satu gambar mengacu kepada tokoh yang digambarkannya” (St. Basilius, De Spiritu Sancto. 18,45)
    •St. Ambrosius (397) menuliskan dalam suratnya bahwa suatu malam Rasul Paulus menampakkan diri kepadanya, dan St. Ambrosius mengenali Rasul Paulus dari kemiripan dengan gambar/ lukisan tentangnya (Ep. ii, in P.L., XVII, 821)
    •St. Agustinus (wafat 430) menyebutkan beberapa kali tentang lukisan Tuhan Yesus dan para orang kudus di gereja- gereja (lih. St. Agustinus, “De cons. Evang.”, x, in P.L., XXXIV, 1049; “Contra Faust. Man.”, xxii, 73, in P.L., XLII, 446); ia mengatakan bahwa beberapa orang bahkan menghormati lukisan- lukisan tersebut (“De mor. eccl. cath.“, xxxiv, P.L., XXXII, 1342).
    •St. Jerome (Hieronimus- wafat 420) menulis tentang gambar- gambar lukisan para Rasul dan ornamen- ornamen yang ada dalam gedung- gedung gereja.
    •St. Gregorius Agung (wafat 604). Ia menulis kepada Serenus dari Marseilles, Uskup Ikonoklas, yang telah merusak gambar-gambar di keuskupannya: “Bukannya tanpa alasan bahwa jemaat purba memperbolehkan kisah- kisah para kudus untuk dilukiskan di tempat- tempat kudus. Dan kami sungguh memuji anda sebab anda tidak memperbolehkan lukisan- lukisan itu untuk disembah, tetapi kami menyalahkan anda karena anda telah merusaknya. Sebab adalah satu hal tentang menyembah sebuah gambar, namun adalah hal lain tentang mempelajari dari apa yang nampak di gambar itu, tentang apa yang harus kita sembah. Apa yang ada di buku adalah untuk mereka yang dapat membaca, seperti halnya gambar bagi mereka yang tidak dapat membaca yang memandangnya; melalui gambar, bahkan mereka yang tidak terpelajar dapat melihat tentang contoh yang harus mereka ikuti; melalui gambar, mereka yang buta huruf dapat membaca…. (Ep. ix, 105, in P.L., LXXVII, 1027) Catatan: Kita mengetahui bahwa masalah ‘buta huruf’ baru dapat dikurangi secara signifikan di Eropa pada abad ke-12; bahkan untuk negara-negara Asia dan Afrika baru pada abad 19/20. Jadi tentu selama 12 abad, bahkan lebih, secara khusus, gambar-gambar dan patung mengambil peran untuk pengajaran iman, karena praktis, mayoritas orang di dunia pada saat itu tidak dapat membaca.

    Dasar Magisterium
    •KGK 2129 Perintah Allah melarang tiap-tiap lukisan tentang Allah yang dibuat oleh tangan manusia. Buku Ulangan menjelaskan: “Karena kamu tidak melihat sesuatu rupa pada hari Tuhan berfirman kepadamu di Horeb dari tengah-tengah api, hati- hatilah supaya jangan kamu berlaku busuk dengan membuat bagimu patung yang menyerupai berhala apa pun” (Ul 4:15-16). Allah yang transenden secara absolut telah menampakkan diri kepada Israel. “Dialah segala-galanya”, tetapi serentak pula “Ia adalah lebih besar daripada segala perbuatan-Nya” (Sir 43:27-28). Ia adalah “bapa keindahan” (Keb 13:3).
    •KGK 2130 Namun demikian, di dalam Perjanjian Lama, Allah sudah menyuruh dan mengizinkan pembuatan patung, yang sebagai lambang harus menunjuk kepada keselamatan dengan perantaraan Sabda yang menjadi manusia: sebagai contoh, ular tembaga (Bdk. Bil 21:4-9; Keb 16:5-14; Yoh 3:14-15), tabut perjanjian, dan kerub (Bdk. Kel 25:10-22; 1 Raj 6:23-28; 7:23-26).
    •KGK 2131 Berkenaan dengan misteri penjelmaan Sabda menjadi manusia, maka konsili ekumene ketujuh di Nisea tahun 787 membela penghormatan kepada ikon [gambar], yang menampilkan Kristus atau juga Bunda Allah, para malaikat dan para kudus, melawan kelompok ikonoklas. Dengan penjelmaan menjadi manusia, Putera Allah membuka satu “tata gambar” yang baru.
    •KGK 2132 Penghormatan Kristen terhadap gambar tidak bertentangan dengan perintah pertama, yang melarang patung berhala. Karena “penghormatan yang kita berikan kepada satu gambar menyangkut gambar asli di baliknya” (Basilius, Spir. 18,45), dan “siapa yang menghormati gambar, menghormati pribadi yang digambarkan di dalamnya” (Konsili Nisea 11: DS 601, Bdk.Konsili Trente: DS 1821-1825; SC 126; LG 67). Penghormatan yang kita berikan kepada gambar-gambar adalah satu “penghormatan yang khidmat”, bukan penyembahan; penyembahan hanya boleh diberikan kepada Allah.
    “Penghormatan kepada Allah tidak diberikan kepada gambar sebagai benda, tetapi hanya sejauh mereka itu gambar-gambar, yang mengantar kepada Allah yang menjadi manusia. Gerakan yang mengarahkan ke gambar sebagai gambar, tidak tinggal di dalam ini, tetapi mengarah kepada Dia, yang dilukiskan di dalam gambar itu” (Tomas Aquinas., S.Th. 2-2,81,3, ad 3).

  11. back to chatolic says:

    pak steven and pak dede… belajar dulu katolik baru anda bisa ngomong kekristenan…

  12. Saya sedih kenapa bawa-bawa nama Roh Kudus. Apakah kita harus menjadi ranting yang kering, dikumpulkan lalu dibakar.

  13. valerius hendry says:

    Shalom Kang Dede, senang bisa membaca tulisan-tulisan anda yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan wawasan duniawi kami, sayang sekali kami merasakan ada luka mendalam dalam setiap tulisan anda terutama mengenai segala sesuatu yang melekat dengan kata ‘katolik’ , kalau memang ada individu atau sekumpulan orag katolik yang pernah melukai anda maka saya pribadi sebagai orang biasa yang sedang ‘belajar’ menjadi seorang katolik yang taat pada firman Allah meminta maaf kepada anda, cobalah untuk mencari tahu lebih mendalam mengenai ‘kebenaran’ di dalam Gereja katolik, semoga Bapa mengaruniakan Roh Pengertian kepada Kang Dede agar anda menemukan kebenaran sejati dari ajaran Kristus dalam Gereja katolik, Tuhan mengasihimu.

  14. Anonymous says:

    kalian adalah sama tp kalian sendiri yg membedabedakan diri kalian masing masing, bertobatlah kalian,jng minta dosa dihapuskan oleh pastor, pastor hanyalah seorang manusia biasa yg penuh dengan kekurangannya, dia tidak kawin, tp hawa nafsunya di salurkan lewat mana? sdh bnyk terjadi pastor di roma maupun di keuskupan australia yg menyodomi anak anak krn kontol mereka perlu penyegaran, qlo gakmpercaya, cb googling di internet, sy gak suka boong

  15. lolok says:

    kalian adalah sama tp kalian sendiri yg membedabedakan diri kalian masing masing, bertobatlah kalian,jng minta dosa dihapuskan oleh pastor, pastor hanyalah seorang manusia biasa yg penuh dengan kekurangannya, dia tidak kawin, tp hawa nafsunya di salurkan lewat mana? sdh bnyk terjadi pastor di roma maupun di keuskupan australia yg menyodomi anak anak krn kontol mereka perlu penyegaran, qlo gakmpercaya, cb googling di internet, sy gak suka boong

  16. agustina mei says:

    Tuhan ampunilah dosa mereka yang tidak mengenalMU….

  17. Anonymous says:

    Ya Allah Bapa ampunilah mereka yg belum mengenal MU

    • adri says:

      Anda minta Bapa di sorga utk mengampuni org katolik atau pembuat situs ini?

      • alex says:

        Katolik bukan menyembah patung. Katolik menyembah siapa dan makna dibalik patung itu. Kalau mau contoh lain, mengapa orang Indonesia menghormati bendera merah putih sama dihormati waktu penaikan bendera.? Jadi tolong jangan membuat situs yang menghina katolik. Katolik hanya mengikuti ajaran yesus dahulu, bukan ajaran setan atau illuminati. Kalau mau bicara sembarang liat dulu faktanya atau masuk ke Katolik. Katolik membuka secara umum siapa yang mau masuk katolik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s